Pages

Windows Live Essentials 2011 Offline Installer

 
Use the links below to download an installation program that can be used to install Windows Live Essentials without an internet connection.  After downloading this program, you can use it to install Windows Live Essentials while offline.

Please copy and paste the download link of your choice into your browser address bar and press ENTER.
 


Soal Mid Semester Perencanaan Pembelajaran TIK (UNNES 2011)

  • Standar Proses pendidikan sebagai standar pelaksanaan pembelajaran dapat dipengaruhi dan berhubungan dengan standar lainnya. Jelaskan hubungan antar standar yang dimaksudkan!
  • Ruang lingkup standar kompetensi guru mencakup 3 komponen kompetensi. Jelaskan ketiga komponen kompetensi yang dimaksudkan!
  • Salah satu cara pengelolaan bahan pelajaran adalah memberikan pertanyaan yang mendorong siswa berfikir dan berproduksi. apa tujuan bertanya kepada siswa? dan apa kategori pertanyaan serta contoh-contoh konkrit pertanyaan! 
  • Banyak hal yang harus dikaji berkaitan dengan komponen silabus. Jelaskan apa saja yang harus dikaji!

Reproduksi Karya Ilmiah


Ringkasan Materi
Reproduksi Karya Ilmiah
Oleh Abdul Hamid


Reproduksi karya ilmiah merupakan bentuk karya ilmiah yang disusun atas dasar karya ilmiah yang telah ada. Bentuk reproduksi karya ilmiah antara lain: ringkasan, ikhtisar, sinopsis, dan resensi.
Istilah ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yang sama. Pengertian yang sama juga ditemukan pada American Heritage Dictionary dan Merriam-Webster’s Ana Bridget Dictionary. Namun istilah ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis memiliki arti yang berbeda dalam dunia tulis-menulis. Ringkasan merupakan salah satu bentuk karangan ilmiah singkat yang berasal dari karangan ilmiah yang panjang. Ringkasan dibedakan dengan ikhtisar. Bila ringkasan disajikan dengan menggunakan bahasa pengarang asli, struktur penyajian, dan gaya bahasa mempertahankan yang asli. Maka ikhtisar menggunakan gaya bahasa, struktur penyajian, dan sudut pandang penulis ikhtisar. Sedangkan sinopsis merupakan ringkasan dan atau ikhtisar yang pada umumnya diterapkan untuk karya naratif, baik fiksi maupun non­-fiksi. Contohnya: sinopsis film, sinopsis novel, dan sinopsis drama. Adapun tujuan membuat ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis adalah memahami dan mengetahui isi buku/tulisan/cerita. Dalam membuat suatu ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Menentukan naskah yang akan dibuat ringkasan (Karya Ilmiah, Naratif);
2.    Membaca secara keseluruhan naskah asli untuk mencari gambaran umum;
3.    Rumuskan dan tentukan tema ringkasan;
4.    Cari ide-ide pokok yang tertuang dalam naskah asli;
5.    Cocokan sekali lagi ringkasan yang telah dibuat dengan naskah asli untuk menghindari bagian-bagian penting yang tertinggal.
Jenis tulisan yang memiliki hubungan dengan ringkasan dan ikhtisar adalah resensi. Resensi adalah suatu ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku yang bertujuan menyampaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau karya itu layak mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Untuk memberi penilaian secara objektif atas sebuah buku/karya sastra, penulis resensi harus mempertimbangkan dua factor. Pertama, penulis resensi harus memahami tujuan pengarang asli. Kedua, peresensi harus menyadari sepenuhnya maksud dari pembuatan resensi itu. Tujuan prngarang buku dapat diketahui dengan membaca kata pengantar atau bagian pendahuluan buku. Sedangkang dalam meresensi suatu buku atau karya ilmiah ada beberapa pokok penilaian yang harus diperhatikan, antara lain: latar belakang, jenis buku, keunggulan buku, dan nilai buku.

Contoh resensi buku:

Kode Buku    : RR.PK0076
Judul              : Sains Teknologi Masyarakat
Pengarang      : Prof. Dr. Anna Poejiadi
Tahun            : 2005
Dimensi         : HVS 60gr, 16 X 24 cm
Tebal Buku    : 187 Halaman + X
ISBN            : 979-692-479-x
Harga            : Rp 31.000,00

Dalam masyarakat kita, bila mendengar atau membaca kata ‘sains’ yang terbayang adalah sesuatu yang sukar dipahami dan penuh rumus membingungkan. Demikian pula pada kata ‘teknologi’ bayangannya adalah mesin besar dalam pabrik atau robot yang dapat bekerja sendiri.
Sebagian masyarakat membayangkan kerusakan alam disebabkan oleh perkembangan sains dan teknologi. Sebagian lagi membayangkan, itu akibat senjata pemusnah massal yang ditakuti manusia diseluruh penjuru dunia. Pemahaman tersebut akibat kurang efektifnya pembelajaran sains pada masyarakat.
Buku yang ditulis Prof. Dr. Anna Poejiadi mengajak semua pihak, seperti pelaksana pendidikan, birokrat pembuat keputusan, pemimpin perusahaan, maupun masyarakat memahami esensi pembelajaran sains yang terkait dengan penggunaan produk teknologi.
Sejarah mencatat, teknologi dikenal sejak zaman purba. Saat itu, teknologi lahir karena manusia membutuhkan peralatan guna memudahkan aktivitas mereka. Sedangkan sains lahir dari rasa keingintahuan manusia soal alam semesta. Perkembangannya, sains membantu kemajuan teknologi. Lalu bagaimana dengan masyarakat?
Buku setebal 167 halaman ini mengulas kaitan sains dengan teknologi dan manfaatnya bagi masyarakat melalui model pembelajaran sain teknologi masyarakat.
Buku tersebut terdiri dari enam bab. Pada bab 1, dibahas perkembangan sains, berawal dari perkembangan pengetahuan dan peradaban manusia dizaman purba. Juga perkembangan sains pada abad pertengahan dan zaman renaissance. Perkembangan teknologi sampai abad 20 dan hubungannya dengan perkembangan sains dipaparkan dalam bab 2. Di akhir uraiannya, dirinci kaitan sains, teknologi, dan masyarakat. Bab 3, yang membahas pandangan bidang pendidikan atas pembelajaran sains teknologi masyarakat, mengetengahkan ahli filsafat yang mengangkat dua macam pandangan, konstriktivisme dan pragmatism. Tujuan pembelajaran diantaranya mengaitkan pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat agar dapat diterapkan dalam kehidupannya. Hal ini dibahas dalam bab 4. Model pembelajaran sain dan teknologi di masyaralat diulas dalam bab 5, dengan memakai model Bruce dan  Marshall Well. Dibab akhir, bab 6. Disajikan beberapa sekenario pembelajaran sains teknologi masyarakat hingga bermanfaat bagi guru yang berminat mencoba penerapan model pembelajaran sains teknologi  masyarakat pada topik tertentu.

Perkembangan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia (Pasal 36 Undang-Undang Dasar RI 1945) dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. (Butir ketiga Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928) Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja. Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu.[Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia. Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.