Pages

Contoh Pidato Peningkatan Mutu Pendidikan

Assalamualaikum, Wr. Wb.,

Kepada Bapak kepala sekolah yang terhormat. Kepada bapak/ibu guru yang saya hormati. Serta saudara-saudaraku yang saya cintai. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan hidayahnya. Sehingga kita bisa berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun.

Perkenankanlah saya menyampaikan sedikit pidato mengenai Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia, sebagai gambaran bahwa pendidikan itu merupakan salah satu factor kebutuhan hidup yang sangat penting demi menunjang kelangsungan hidup yang lebih baik.
Berbicara tentang pendidikan, sebetulnya menyangkut usaha sadar membentuk anak menuju kedewasaan baik dari segi fisik maupun psikis, yang dilaksanakan oleh orang dewasa secara sadar dan penuh tanggung jawab.

Dewasa ini kita dihadapkan pada masalah di mana suatu lulusan lembaga pendidikan formal belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Atas dasar itu suatu pihak selalu kekurangan tenaga terampil, di pihal lain jumlah lulusan bertumpuk dan jumlah pengangguran setiap tahun bertambah.

Salah satu upaya dalam dunia pendidikan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan asas pendidikan seumur hidup atau lebih dikenal dengan istilah Long Life Education. Namun dalam pendidikan sendiri perlu melakukan control terhadap jalannya pendidikan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa hal yang memperngaruhi peningkatan mutu pendidikan tidak berasal dari satu aspek saja, melainkan melibatkan banyak sub-sistem pendidikan lainnya. Seperti halnya dasar dan tujuan pendidikan di tiap-tiap Negara itu tidak selalu tetap sepanjang masa, melainkan sering mengalami perubahan atau pergantian, sesuai dengan perkembangan zaman.

Pendidikan berbasis teknologi belum diterapkan ?

Demi perbaikan artikel, silahkan tinggalkan komentar anda.
Sering kali kita mendengar bahwa pendidikan sekarang memanfaatkan teknologi. Namun apakah kita merasa penerapan teknologi dalam pendidikan itu sudah dilakukan dengan benar? Menurut pandangan saya sebagai pelajar/mahasiswa, hasilnya adalah nol. Coba kita sedikit menoleh ke beberapa sekolah. Teknologi dalam pembelajaran hanya dijadikan sebuah subjek. Hal ini seharusnya bisa membangun sebuah pemikiran, bahwa untuk mewujudkan keberhasilan dalam penerapan pendidikan berbasis teknologi, kita harus bisa menanggap bahwa teknologi itu adalah sebuah partner dan merupakan kebutuhan utama dalam pendidikan. Meski dalam kenyataannya tidak semua instansi pendidikan belum mampu mewujudkan konsepsi seperti itu. Namun tidak menutup kemungkinan, demi membangun  pendidikan yang berkualitas untuk waktu yang akan datang. Saya rasa dengan sedikit pengorbanan bukanlah menjadi hambatan yang serius.

Kita tidak boleh memandang permasalahan ini hanya sebelah mata saja. Karena kita semakin tertinggal jauh dengan Negara lain. Dengan mencetak manusia yang berpendidikan kita memiliki investasi yang sangat besar.

Sempat terlintas dalam fikiran saya. Kenapa anggaran pendidikan hanya dijatah 20% dari APBN. Kita bisa saja menaikan angka itu menjadi 30% apabila dalam pemerintahan itu memiliki kesadaran penuh terhadap pendidikan.

Coba dilihat berapa besar gaji yang mereka dapatkan? Apakah mereka melakukan kewajiban mereka berdasar kepentingan umum atau demi uang semata?

Apabila mereka memiliki kesadaran penuh dan peduli terhadap pendidikan. Seharusnya mereka bisa memberikan beberapa gaji mereka terhadap anggaran pendidikan yang hanya memiliki nilai 20% (Katakanlah: sodaqoh). Bukan amanat yang seharusnya mereka kerjakan. Tapi kemewahan dan kedudukan saja yang mereka prioritaskan.

Jika kita mau menggali lebih dalam. Sebenarnya SDM yang berkualitas di Indinesia itu banyak. Hanya saja kepura-puraan yang menyelimuti mata batin kita.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kebijikan sekolah mengenai perangkat digital. Menurut pengalaman yang saya alami, bahwa beberapa sekolah melarang peserta didik untuk membawa ponsel. Di era yang sangat maju dan modern kita tidak bisa lari dari kenyataan. Bahwa kita hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi. Bagaimana model pembelajaran mobile learning bisa berjalan baik apabila perangkat teknologi yang dibutuhkan menjadi ancaman disetiap sekolah. Seharusnya konsepsi seperti itu bisa di evaluasi lagi.

Peserta didik, merupakan unsur utama pendidikan yang menjadi sasaran dalam pembelajaran. Tidak semua peserta memiliki latar belakang yang sama. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam menjalankan model belajar berbasis teknologi. Untuk mengatasi hal itu sekolah-sekolah atau instansi pendidikan harus memenuhi kebutuhan seperti itu. Misalkan Lab Komputer yang memadahi dengan one by one operation. Maksudnya setiap computer di operasikan oleh satu peserta didik.

Dan masih banyak lagi faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembelajaran berbasis teknologi. Dengan sedikit perbaikan dari faktor-faktor utama yang sangat berpengaruh. Mungkin bisa sedikit lebih didepan dalam upaya perbaikan pendidikan di Indonesia. Karena negara yang maju berawal dari manusia yang bependidikan. Dengan pendidikan yang baik, Indonesia bisa berubah.

My mother is my best friend

For English, use toolbar below to translate.

Ibu adalah sesosok wanita yang paling dekat dengan kita sejak kita masih kecil. Bahkan sering kali kita merengek dikala kita ditinggalkannya. Hal itu memperlihatkan betapa pentingnya ibu bagi kita. Bahkan tidak sedikit orang mengatakan, kalau ibu adalah sahabat terbaik yang penah dimilikinya. Seorang anak yang sedang memiliki masalah, mereka cenderung menceritakan semua masalah itu pada ibunya. Dan yang paling banyak dilakukan oleh wanita.
Banyak sekali hal yang sangat besar yang sering kali ibu korbankan untuk kita. Tapi kita tidak pernah menyadarinya, bahkan beberapa orang enggan untuk mengakuinya. Anak macam apa mereka itu. Coba kalau kebaikan ibu itu kita hitung dengan jari. Dengan sejuta jaripun belum cukup untuk menghitungnya.
Perlu kita sadari, keberadaan ibu kita di dunia tidaklah untuk selama-lamanya. Dan apakah kita bisa membalas semua kebaikan ibu kita, apakah kebaikan kita itu bisa membahagiakan ibu kita. Tentu semua itu bukanlah apa-apa disbanding dengan semua yang dilakukan seorang ibu untuk kita. Dan sampai kapanpun dan dengan apapun, kebaikan yang kita lakukan untuk ibu tidak akan pernah bisa menggantikan pengorbanan seorang ibu.
Jangan sampai kita hidup di dunia ini penuh dengan penyesalan karena kita tidak pernah cukup melakukan kebaikan untuk ibu kita. Maka dari itu marilah kita lakukan hal yang terbaik untuk ibu kita dengan sisa waktu yang kita miliki dengan ibu kita. Seorang ibu tentunya tidak pernah menginginkan imbalan dari pengorbannya untuk kita. Sekecil apapun kebaikan itu, pastilah seorang ibu bangga terhadap kita. Dan jangan pernah menyakiti hati seorang ibu. Karena perkataan yang sakit dari seorang anak terhadap ibunya adalah seperti jarum yang menancap kayu.

Pilih Kuliahmu Dengan Bijak

To translate into another language, please use the translator on the toolbars below. Or use google translate.

Zaman sekarang kehidupan para remaja seringkali dikaitkan dengan hal yang modern. Apapun yang dimiliki pasti ingin yang terbaru dan mahal. Katanya sih buat gengsi, kalo gak bagus malu nunjukinnya, sekali lagi katanya begitu. Meskipun hal itu dirasa suatu hal yang biasa, tapi lihatlah situasi dan kondisi saudara, apakah dalam posisi yang menguntungkan atau malah dalam posisi menjatuhkan. Maksudnya, semua barang yang kita miliki tidak sepenuhnnya didapat dari jerih payah saudara sendiri. Tapi bukankah saudara masih ikut dengan orang tua saudara, dan apabila saudara tahu, saudara itu masih seperti monyet yang masih suka menggandul. Artinya saudara itu apapun masih lemah tanpa orang tua saudara. Jadi saudara jangan pernah bangga atas apa yang saudara miliki tapi bukan berasa dari jerih payah saudara sendiri.

Itu hanya sekedar gambaran orang yang selalu membanggakan apa yang dimiliki tapi tidak pernah akan menjadi miliknya, dari pada malah jadi panjang, lebar, tinggi. Langsung saja kembali kepembahasan utama, sesuai topic yang sudah saya papang diatas. Maka diharapkan nanti, bisa sedikit membantu saudara dalam memilih jenjang pendidikan di perguruan tinggi.
Nah, apabila hal ini dikaitkan dengan apa yang saudara harus lakukan setelah lulus nanti. Ini merupakan sebuah motivasi bagi saudara yang masih memikirkan gengsi dalam memilih perguruan tinggi kelak.

Memilih pendidikan lanjut di perguruan tinggi atau tempat kuliah, bukan berdasar untuk gengsi semata. Apabila saudara memilih kuliah dan jurusan berdasar gengsi, maka dampak negative yang ditimbulkan sangat besar sekali. Bahkan memang tidak bisa dipungkiri lagi, kalau yang terjadi malah hanya ada pemborosan saja. Kenapa saya katan pemborosan, asal saudara tahu. Bahwa apa yang terjadi disini, yang ada hanyalah kegagalan saja yang akan saudara hadapi.

Misalkan saudara mengambil jurusan kedokteran, katakanlah begitu. Tapi saudara memilih jurusan itu bukan berdasar skill yang saudara miliki, namun hanya untuk gengsi semata. Maka perkuliah saudara nanti tidak akan berjalan mulus.

Memilih perguruan tinggi dan jurusan tidaklah harus mahal dan terfavorite di kota itu. Namun, memilih perguruan tinggi dan jurusan sebisa mungkin dilandasi atas bakat dan minat saudara. Sehingga, apa yang menjadi potensial dalam diri kalian bisa ditumbuh kembangkan, hingga menghasilkan apa yang kita harapkan.

Bahkan dengan keberhasilan saudara dalam menumbuh kembangkan bakat yang saudara miliki, hal ini bisa membawa manfaat lebih. Misalkan kita lihat dari segi ekonomi-sosial.
Dengan kehidupan ekonomi-sosial saudara yang baik, pasti saudara memiliki nilai lebih dimata orang lain. Namun perlu digaris bawahi, bahwa kesuksesan itu sifatnya hanya sementara. Pepatah mengatakan “ terkadang kehidupan kita itu seperti roda yang berputar.” Jadi intinya janganlah kita sombong dengan apa yang kita miliki, karena semua itu akan dimintai pertanggung jawaban kelak diakherat.

Sekali lagi, mudah-mudahan apa yang telah sedikit saya sampaikan. Bisa dijadikan sebuah gambaran atau motivasi bagi saudara. Apabila ada kata yang kurang berkenan, saudara bisa meninggalkan komentar saudara.

Robbie Williams

Robert Peter "Robbie" Williams[1] (born 13 February 1974) is an English singer-songwriter, vocal coach and occasional actor. He is a member of the pop group Take That. Williams rose to fame in the band's first run in the early- to mid-1990s. After many disagreements with the management and certain group members, Williams left the group in 1995 to launch his solo career. On 15 July 2010, it was announced he had rejoined Take That and that the group intended to release a new album in November 2010.[2][3]

Williams has sold more than 57 million albums worldwide.[4] He is the best-selling British solo artist in the United Kingdom and the best selling non-Latino artist in Latin America. Six of his albums are among the top 100 biggest-selling albums in the United Kingdom. He has also been honoured with seventeen BRIT Awards—more than any other artist—and seven ECHO Awards. In 2004, he was inducted into the UK Music Hall of Fame after being voted as the "Greatest Artist of the 1990s."

Also Visit: Robbie's Website
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Robbie_Williams

Just Motivation


Jarang orang mengatakan hal yang sangat bermakna, apalagi sampai-sampai membuat orang lain itu kagum. Tapi kali ini saat aku mengikuti perkuliahan disalah satu perguruan tinggi terkemuka di kota semarang, aku mendengar perkataan yang sangat bermakna sekali dalam hidupku dari salah seorang dosen yang mengampu salah satu mata kuliah yang aku ikuti. Ya memang dosen itu bukanlah dosen tetap di perguruan tinggi kami. Tapi pada waktu itu, saya langsung merasakan aura yang berbeda sekali dengan dosen itu. Dan hal ini tidak pernah terjadi pada dosen lainnya. Ucapan  yang dilontarkan beliau sungguh luar biasa. Awalnya beliau adalah seorang mahasiswa yang termasuk mahasiswa yang biasa saja, tidak juga cerdas. Tapi beliau ini memiliki kelebihan tersendiri, yang kebanyakan orang miliki tapi tidak pernah disadari. Apakah itu, itu adalah suatu hal yang seharusnya bisa kita lakukan tetapi  kita sendiri tidak pernah mau tahu apakah itu. Yakni kepandaian memanfaatkan situasi dan kondisi. Dimana sewaktu beliau masih duduk di bangku kuliah, beliau benar-benar memanfaatkan apa yang menjadi kelemahan orang lain untuk dijadikan sebagai kelebihan dalam diri beliau. Hal itu memang benar-benar bisa membawa keberuntungan yang nyata. Sewaktu ketika, beliau pernah mendaftar sebagai salah satu asisten dosen di mata kuliah tertentu. Ternyata beruntungnya lagi, tidak ada orang lain selain beliau yang mendaftar pada mata kuliah itu. Hingga pada akhirnya sewaktu beliau berperan sebagai asisten dosen, dosen yang seharusnya mengajar pada mata kuliah yang di ampunya malah jarang mengajar dikelas. Hingga beliaulah yang harus menggantikannya. Dimulai dari rutinitas yang kerap dijalani beliau, muncullah kecemburuan pada dosen lain. Hingga kerap kali beliau menerima tawaran dari dosen lain untuk dijadikan sebagai asistennya. Sampai-sampai untuk masalah pembuatan naskah soal ujian, diserahkan pula pada beliau juga. Karena sering kali beliau membantu para dosen, sampai-sampai ada seorang berkata bahwa beliau itu sudah dimanfaatkan orang lain. Tapi beliau malah mengatakan suatu ucapan yang sangat mengejutkan, “ saya itu tidak pernah merasa dimanfaatkan, tapi toh kalo kenyataannya begitu, saya sangat senang masih bisa bermanfaat bagi orang lain.” Dari perkataan beliau saya sempat berfikir, bahwa dalam hidup itu tidak selayaknya kita meminta imbalan yang berlebih atau bahkan jangan sampai kita meminta imbalan sama sekali terhadap perbuatan yang kita lakukan untuk membantu orang lain yang membutuhkan kita. Dari hal sekecil apapun yang kita perbuat, meski kita tidak menerima imbalan atau apa. Pastilah Allah sudah mempersiapkan sesuatu yang berharga melebihi emas atau apapun yang lebih berharga dari emas untuk kita.